TRANSPORTASI ONLINE DIATUR AGAR TAK MEMELENOYKAN KONVENSIONAL!

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah akan mengatur kesetaraan antara transportasi konvensional dengan transportasi online. Pengaturan ini bertujuan untuk mengakomodasi kedua jenis transportasi tersebut, sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita berupaya untuk mengakomodasi dua angkutan ini, satu sisi angkutan konvensional telah berjasa melayani kita semua dan menghidupi banyak orang sedangkan online ini keniscayaan global,” ujar Budi ditemui di Istana Wakil Presiden, Selasa lalu, 14/3/2017.

IEU RAMÉ LUR: JELANG PEMILIHAN, KANDIDAT PÉDÉKATÉ KA PSSI!

Budi menambahkan, pertumbuhan transportasi online merupakan hasil dari perkembangan teknologi dan keniscayaan global yang harus dipelihara. Bahkan, saat ini masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari-sehari sudah menggunakan platform online. Budi menginginkan bahwa transportasi konvensional juga menggunakan online agar kompetitif dan semakin maju.

Kementerian Perhubungan melakukan revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek. Revisi teersebut salah satunya mencakup soal jenis angkutan, transportasi berbasis aplikasi atau online yang akan dimasukkan ke jenis angkutan khusus.

Kemudian, ukuran mesin kendaraan angkutan sewa khusus minimal 1.000 cc, dan tarif sudah ditentukan melalui aplikasi pemesanan transportasi. Budi mengatakan, revisi peraturan tersebut justru untuk melindungi batasan-batasan pada transportasi daring supaya bisa mendapatkan kesetaraan.

“Saya melihat Dishub-Dishub belum terlalu mengerti dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32, peraturan itu justru mengatur agar angkutan konvensional itu tidak bisa dilibas dengan angkutan online, oleh karena itu kita akan sosialisasi terus,” kata Budi seperti dilansir Republika.co.id. (Bobotoh.id/RCK)

The post TRANSPORTASI ONLINE DIATUR AGAR TAK MEMELENOYKAN KONVENSIONAL! appeared first on BOBOTOH PERSIB.

(2 views)