Tiga Lembaga Minta FIFA Menyaram Kompetisi di Pemukiman Israel

Organisasi Human Right Wacth, lembaga sipil Evar, dan lembaga European Middle East Project meminta kepada Fererasi Sepak Bola Dunia (FIFA) agar melarang penyelenggaraan pertandingan di permukiman Israel di Tepi Barat. Ke tiga organisasi di atas mengisyaratkan dalam keterangannya bahwa FIFA harus berpihak kepada undang-undang dan tanggungjawab terkait HAM dan meminta kepada asosiasi sepak bola Israel untuk tidak menggelar pertandingan di permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Menurut KNRP.org, ada pertemuan tim pengawas internasional terkait persepak-bolaan dan ketua tim pengawas Tokyo Sixwal sudah menyiapkan laporan yang berisi rekomendasi yang dibahas dalam pertemuan itu. Setelah itu laporan akan dikirim ke pejabat penting di Dewan FIFA sebelum menggelar pertemuan pada 30 Maret 2017. Setelah itu akan dilakukan voting di Majelis Umum FIFA yang dimulai pada 11 Mei mendatang di Bahrain.

Ieu Ramé Lur: Kalah Main Gim, Layar Monitor Ditanduk Hingga Menggebros!

Di sisi lain, Ketua Rigth Wacht untuk urusan Israel dan Palestina Sari Basha menegaskan, FIFA memiliki peluang untuk bersikap tegas dalam mensponsori pertandingan di permukiman Israel ilegal di Tepi Barat. Ketiga lembaga HAM di atas menyatakan, permukiman-permukiman Israel dibangun illegal sesuai dengan kesepakatan Jenewa IV yang melarang Israel memindahkan sebagian penduduknya ke wilayah yang dijajahnya.

Sampai saat ini masih ada 6 klub (anggota FIFA) yang menggelar pertandingannya di permukiman Israel. FIFA sendiri belakangan berjanji menghormati HAM dan sebagian frame hukumnya melarang asosiasi-asosiasi anggotanya menggelar pertandingan di wilayah sebuah negara lain tanpa seizin negara tersebut. Sehingga ketika Rusia menguasai Krimea (Kremlin) pada 2014, asosiasi sepak bola Eropa (EUFA) melarang Rusia ikut dalam pertandingan di semenanjung Kremlin tersebut. (Bobotoh.id/RCK)

Tags:

The post Tiga Lembaga Minta FIFA Menyaram Kompetisi di Pemukiman Israel appeared first on BOBOTOH PERSIB.

(1 views)